Pada malam harinya, Sufyan juga menunggu seorang diri di atas makam
sahabatnya itu sambil membacakan kalimat talqin. Beberapa saat kemudian,
antara sadar dan tidak, Sufyan mendengar suara dari atas.
"Wahai Sufyan, orang tersebut tidak butuh penjagaanmu, tidak butuh
talqinmu, tidaj juga butuh pelipur laramu karena aku telah
mentalqinkannya dan memberinya kesenangan, "kata suara tanpa wujud itu.
"Dengan apa engkau menjaganya? "tanya Sufyan.
"Dengan puasa di bulan Ramadhan dan diikuti puasa 6 hari di bulan syawal," jawab suara itu.
Tak lama setelah dialog itu,tiba-tiba Sufyan terjaga dan tersadar. Ia
kaget karena saat itu ia tidak melihat seorang pun di sekelilingnya.
Sufyan masih ragu, apakah suara itu berasal dari malaikat atau setan
yang berupaya menghasutnya. Oleh karena itu, Sufyan kemudian pergi untuk
mengambil air wudhu, melaksanakan shalat, kemudian pergi tidur.
Anehnya, dalam tidur itu ia bermimpi sama persis dengan kejadian tadi.
Bahkan mimpinya berulang hingga tiga kali. Hal itu membuat Sufyan yakin
sekali bahwa suara itu berasal dar malaikat Allah, bukan dari setan. Ia
juga mengerti bahwa sahabatnya itu telah mendapatkan nikmat kubur.
Sufyan pun berdoa kepada Allah SWT,
"Ya Allah, dengan anugerah dan kemuliaan-Mu, berilah aku taufik agar dapat berpuasa seperti puasanya sahabatku ini, amiiin."
Wa'alaikum salam wr wb.
0 komentar:
Posting Komentar